Bibit Jagung Buruk, Petani Di Desa Tountimomor Rugi Puluhan Juta

 

Minahasa, GemparBerita.com – Program presiden Ir Joko Widodo untuk mensejahterakan para petani. Mirisnya, bantuan dari pemerintah kabupaten Minahasa melalui Dinas Pertanian merugikan para petani.

Pasalnya, bantuan yang dikasih bukan bikin untung para petani melainkan merugi, ini terjadi di Desa Tountimomor Kecamatan Kakas mendapat bantuan bibit jagung merugi puluhan juta rupiah.

Ketua kelompok tani desa Tountimomor
Herke Tungka mengatakan, Awalnya kami berharap bantuan bibit jagung JH 37 yang di distribusikan oleh dinas pertanian dapat membantu kesejahteraan kami para petani.

” Namun yang terjadi malah sebaliknya merugikan,” ungkapnya kesal.

Saya sendiri, tambahnya, sudah menanam satu karung bibit jagung dilahan seluas 1 hektare dengan biaya 5 juta rupiah. Mereka kasih 18 karung dan rencana mau ditanam 10 hektare, untung baru coba satu karung di lahan seluas 1 hektare.

” Petani di desa Tountimomor ini sudah menanam dilahan seluas 8 hektare, kalau torang pe kerugian dorang mo ganti ? Seharusnya mereka kasih bibit-bibit unggul, Lebih baik mereka kasih bibit bisi 2 dari pada bibit JH 37 ini. Itu memang kenyataan bukan saya bikin-bikin, biar satu liter tidak panen dari bibit jagung JH 37 ini, kasihan rakyat kecil” pungkasnya.

Hukum Tua desa Tountimomor Orni Kaseger ketika di temui wartawan membenarkan hal ini.

” Tentunya kami berharap benih jagung ini dapat di ganti, yang bantuan bibit lalu tidak lagi ditanam, karena sudah terbukti saya sendiri ada lahan yang sudah ditanam ” pungkasnya.

Sementara, kepala dinas Pertanian Kabupaten Minahasa, Dr. Ir. Margaretha Ratulangi, MAP ketika di konfirmasi melalui WhatsApp, pada Jumaat (22/1/2021) mengatakan bahwa sudah menghubungi petugas dan petugas sudah meninjau lahan.

” Info dari koordinator BPP hari ini sudah dilakukan pengendalian, Kabid tanaman pangan sudah berkoordinasi dengan koordinator BPP untuk tindak lanjut,” terangnya.

(Anes Walean)

Banner IDwebhost
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.