Perjuangkan Pelestarian Danau Tondano, Bupati Minahasa Kunker di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI

 

Minahasa, GemparBerita.com – Dalam rangka memperjuangkan pelestarian Danau Tondano, Bupati Minahasa DR. Ir. Royke Octavian Roring MSi (ROR), berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI), Jumat (23/10/2020) di Jakarta.

 

Kunjungan kerja (Kunker), Bupati Minahasa diterima langsung oleh Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan DAS merangkap Plt. Direktur Pengendalian Kerusakan Perairan Darat KLHK, Dr. Saparis Soedarjanto, SSi, MT, Ir. Inge Retnowati ME, Kasubdit  Pengendalian Kerusakan Danau dan Ir. Heru Winarto, MSi, Kasudit Pengendalian Kerusakan Sungai.

Dalam rangka revitalisasi Danau Tondano, Bupati ROR terus melakukan langkah strategis, dan dalam konsultasi dengan Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan RI, ada beberapa hal yang dibahas, antara lain :

1. Diharapkan agar Peraturan Presiden (Perpres) Penyelamatan Danau Prioritas Nasional dapat segera terbit, karena sangat diperlukan untuk mengkoordinasikan sektor-sektor terkait dan daerah dalam upaya terpadu penyelamatan danau prioritas nasional.

2. Dengan Perpres tersebut diharapkan masing-masing pihak terkait akan melakukan upaya penyelamatan danau yang didasarkan pada satu Rencana Pengelolaan yang menjadi acuan bersama, dan ada institusi pemerintah di tingkat pusat yang menjadi koordinatornya.

3. Selain Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, diharapkan BAPPENAS dapat menjadi koordinator di tingkat yang lebih implementatif, karena Bappenas memiliki kewenangan dalam perencanaan program dan  penganggaran yang bersifat lintas sektor.

4. Upaya mendorong terbitnya Perpres dimaksud akan dilakukan baik oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia maupun oleh daerah, khususnya oleh Bupati ROR yang akan mengkomunikasikan hal ini kepada pihak-pihak terkait di Provinsi Sulawesi Utara yang diharapkan dapat berkoordinasi secara lebih strategis.

” Danau Tondano merupakan salah satu dari 15 danau prioritas di Indonesia, dimana pengangkatan eceng gondok sebelumnya sempat terhenti karena Covid 19, dan sejak tadi pagi sudah dilaksanakan kembali pembersihan di danau Tondano yang melibatkan ASN dan masyarakat untuk pelestarian Danau Tondano,” pungkasnya.

(Anes Walean)

Banner IDwebhost
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.