Pemuda Asal Bambung Timur, Tewas Menenguk Racun Serangga

Talaud,GemparBerita.com – Naas dialami pemuda asal Desa Bambung Timur Kecamatan Gemeh, yakni YG(20) alias Gahansa, Selasa (16/6/20).

Korban nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak sebotol cairan racun pembasmi hama tanaman(serangga), di dalam kamar rumah kakeknya, di Bambung Timur.

Nenek korban, Ana Tuwone (68) menuturkan, sejak Minggu malam korban berada di rumah. Ana bersama suaminya, Tomas Pangalo (72) tidur sekitar pukul 21.00 WITA, sedangkan korban masih berada di dalam rumah.

Sekitar tiga jam kemudian, Ana mendengar korban mengerang kesakitan di dalam kamar. Ana bergegas menghampiri dan melihat korban memegang perut dan terus berteriak kesakitan. Ana juga melihat sebotol racun di lantai kamar korban. Ana lalu membangunkan suaminya.

” Saat itu saya melihat korban sedang dalam merintih kesakitan di kamar. Dan disamping korban ada botol racun,” imbuh Ana dengan sedih.

Saksi lain, Tomas juga melihat kondisi korban langsung memberitahukan kejadian ini kepada kerabat dan tetangga sekitar. Hal ini dibenarkan tetangga dekat, Syaril Ramadan (31). Bahwa ia diberitahu oleh kakek korban tentang kejadian tersebut.

Syaril segera mendatangi korban dan berupaya memberikan pertolongan seadanya dengan cara memasukkan jari ke mulut korban agar muntah, dan berhasil. Syaril lalu memberikan susu kental kepada korban, dan korban pun muntah lagi.

Korban sempat ke kamar mandi, kemudian kembali ke kamar dan muntah lagi. Korban yang kondisinya mulai lemah, sekitar pukul 01.00 WITA segera dilarikan ke Rumah Sakit Bergerak Gemeh. Namun korban tak bisa diselamatkan, dan meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WITA.

Syaril menambahkan, sekitar pukul 22.00 WITA sempat melihat korban duduk di depan rumah sambil mendengarkan lagu-lagu berlirik sedih dari hand phone(HP), bahkan sampai menangis.

Pihak keluarga menerangkan, korban adalah anak yang baik, pendiam dan jarang bergaul di luar rumah. Korban sejak enam bulan lalu ditinggalkan oleh kedua orang tuanya yang telah berpisah. Sejak saat itu, korban tinggal bersama kakek dan neneknya tersebut.

Sementara itu Kapolsek Gemeh, Ipda Glenn Damar membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kami telah mendatangi TKP, mengamankan barang bukti dan mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi,” jelasnya.

Lanjut Kapolsek, pihak keluarga korban menolak proses otopsi yang dinyatakan melalui surat pernyataan.
“Kasus ini dalam penyelidikan lebih lanjut,” jelas Damar.
Saat ini, polisi sedang menyelidiki dan mendalami Kasus Bunuh Diri tersebut. (Jun)

Banner IDwebhost
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.