Pameran Karya Seni Lukis dan Patung Berkelas Segera Digelar Timbangnusa Tumimbang

Manado,Gemparberita.com – Kabar gembira untuk para pelakon serta semua penggemar karya seni lukis dan patung yang ada di Sulawesi Utara dan sekitarnya atas karya sang Maestro Timbangnusa Tumimbang S.Pt, Msn, akan ditampilkan lewat karya lukis dan patung yang berkelasnya yang rencananya pekan depan diadakan.

Pria asli Talaud yang pernah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), atas karyanya melukis 2002 lukisan, selama 22.222 menit, pada tahun 2002 lalu.Akan menggelar pameran tunggal 2 dan 3 dimensi, mulai hari Kamis (20/02/2020), di Hotel Sintesa Peninsula Manado.

Kepada wartawan, Tumimbang yang sampai saat ini masih menjadi pemegang rekor Muri dibidang seni lukis dan patung wilayah Indonesia Timur mengatakan, pameran kali ini diberi tema Merenda Bibir Pasifik.

Bahkan dalam keterangannya, usai ibadah di Gereja Bala Keselamatan Pakowa, Minggu (16/02/2020) , Ia menerangkan jika pameran tunggalnya nanti, direncanakan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey bakal hadir.

“Puji Tuhan, sampai saat ini tim saya sudah mendapat konfirmasi dari Gubernur, akan hadir dalam pameran tunggal saya,” ungkap  kandidat doktor yang menghabiskan waktu belajar di Jogjakarta ini.

Konsisten dalan pameran seni lukis dan patung, mencatatkan nama Timbangnusa Tumimbang sebagai seniman satu-satunya yang melakukan pameran, tercatat yang kedua kalinya.

Berikut, pernyataan Meyer Worang Matey terkait Pameran Tunggal TIMBANGUNUSA TUMIMBANG,” MERENDA BIBIR PASIFIK”
Sabtu, (15/02/2020).

Hingar-bingar event kesenirupaan di Kota Manado saat ini terasa semakin semarak digelarnya karya-karya seni rupa dua dimensi yang lebih condong pada
lukisan, jika dibanding dengan karya seni rupa tiga dimensi (seni Patung).

Pagelaran tersebut diselenggarakan secara tunggal maupun maupun berkelompok (komunitas) pegiat seni. Pagelaran tunggal seni lukis, sebut saja telah diselenggarakan oleh seniman lukis John Samuel, Maria Budiyatmi, DeKat (Deny Katili), dan Jaya Masloman. Sedangkan pegelaran secara Kelompok atau Komunitas, yakni: “Community Art” (C’ART), “Himpunan Perupa Manado” (HIPMA), “Torang 19″,”Komunitas Seni Torang” dan “Sanggar Solideo”.

Suguhan karya seni dalam event seni rupa, semakin menggeliat bak bola salju yang menggelinding, makin lama makin membesar. Demikian pula karya-karya seni rupa, hari berselang hari makin lama makin membahana gaungnya di tanah air Indonesia tercinta karena silih berganti para pegiat seni ini berpameran.seni inilah satu kata yang selalu terucap oleh setiap sahabat “Kangen”.

Ketika bertemu Mner Tumimbang, karena lama tak berjumpa dengannya.Lama dinanti oleh para pencinta seni dan sesama khalayak pegiat seni, dalam lingkup lokal maupun nasional, bahkan intenasional, umumnya sangat rindu akan kemunculan kembali figur sang seniman (pematung, pelukis) handal dari ufuk seberang “Bibir Pasifik” yang gandrung musik pop, kuliner dan juga tertarik pada dunia politik “Timbangunusa Tumimbang, S.Pat,.M.Sn., Kandidat Doktor.

Dosen pada Program Studi Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado, sejak tahun 1990 hingga sekarang. Mengenyam pendidikan seni murni Strata Satu (S1), Strata Dua (S2), dan Strata Tiga (S3) di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Timbangunusa Tumimbang, terlahir di Kabupaten Kepulauan Talaud. Talaud merupakan gugusan pulau-pulau terdepan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terletak di kawasan bibir Pasifik, suatu kawasan samudera yang sangat luas untuk dijelajahi.

Gelombang dan deru angin laut sering bergejolak dan menghempas hingga ketepian pantai. Kapan saja bisa terjadi. Ada yang mengatakan deru dan angin laut seperti ini sudah tak mengenal musimnya.

Hal tersebut bukan lagi menjadi rahasia umum, bahkan dianggap menjadi suatu pemandangan alam yang unik bagi penghuni didaerah ini. Timbangunusa Tumimbang mengalami pengalaman batin yang tak terpisahkan dengan alam lingkungannya semasa tinggal di kampung halaman.(Cel)

Banner IDwebhost