Massa Demonstran E2L-Mantap Duduki Kantor Bupati Talaud

Talaud, GemparBerita.com – Kabupaten Kepulauan Talaud yang berbatasan langsung dengan negara Filipina, hari ini mencekam. Mengapa tidak, sekira pukul 09.00 wita massa demonstran Tim E2L-Mantap ini beranjak ke kantor bupati untuk menuntut agar pemerintah pusat segera melantik bupati Talaud terpilih, Dr. Elly Engelbert Lasut-Mokhtar Arunde Parapag(E2L-Mantap), Kamis(09/01/2020).

Pantauan media ini, ratusan demonstran pendukung E2L-Mantap membludak melewati paksa portal kantor bupati yang dijaga ketat aparat kepolisian. Massa pendukung E2L-Mantap ini memaksakan diri melewati portal yang dijaga kepolisian, akibatnya terjadi aksi dorong-mendorong.

Terpantau juga, saat suasana orasi didepan kantor bupati, aksi saling lempar dan kebutan antar pendemo dan aparat terjadi. Apalagi saat pendemo berkehendak menerobos pertahanan aparat untuk mencoba masuk ke kantor bupati.

Kordinator Lapangan(Korlap), Swelleng Adam dalam orasinya mengatakan pihaknya akan menduduki kantor bupati Talaud selama pemerintah pusat belum melantik E2L-Mantap sebagai pemenang Pilkada Talaud 2018.

Lanjutnya, persoalan periodisasi E2L yang menurut mereka sudah Dua Periode, itu sudah terbantahkan oleh Fatwa Mahkama Agung(MA) RI, bahwa bukan lagi kewenangan MA namun itu adalah kewenangan Kemendagri. Jadi semua sudah terjawab sesuai konstitusi dan kami hanya meminta agar pemerintah pusat segera melantik E2L-Mantap, karena SK Pelantikan Bupati sudah dikeluarkan oleh Mendagri

Sementara orator lainnya, Renato Tumara mengatakan pada awalnya demo berlangsung dengan tertib. Demonstran, kata Renato, menuntut pemerintah segera melantik pasangan E2L – MAP yang menjadi pemenang pada Pilkada Talaud 2018 lalu.

“Kami hanya minta pemerintah untuk memperhatikan kami. Kami anak-anak perbatasan hanya mau hak demokrasi, dan keadilan lokal ditegakan. Sebab Pilkada sudah selesai dan sudah dinyatakan siapa bupati dan wakil bupati terpilih. Jika Presiden tidak mengindahkan, kami warga perbatasan akan menyatakan sikap lebih keras,” tegas Renalto.

Menurutnya, saat ini pihak E2L-Mantap sudah dipecundangi oleh pemerintah daerah. Karena sejak awal demo aksi damai, pemerintah daerah berjanji akan membantu mempercepat proses pelantikan E2L-Mantap sebagai bupati terpilih.
Namun kenyataannya, pemerintah daerah ingkar janji dan hingga saat ini belum ada surat dari pemerintah provinsi yamg menyinggung soal pelantikan tersebut.

Diketahui, akibat aksi damai tersebut, 3 orang demonstran diamankan kepolisian karena diduga lakukan pemgrusakan fasilitas kantor. (man)

Banner IDwebhost