Komisi X Kunker Kesiapan KEK Pariwisata di Minut

Minut, GemparBerita.com – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) salah satu prioritas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata yang digagas oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo. Untuk itu, Komisi X DPR RI melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Minut khususnya wilayah Likupang Timur guna mengecek kesiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Kedatangan rombongan yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif berjumlah sekitar 15 orang ini, disambut oleh Asistem II Pemkab Minut Allan Mingkid dan Kepala Dinas Pariwisata Minut Audy Sambul di Tanjung Pulisan, Jumat (22/11/2019).

Dalam pertemuan ini, para wakil rakyat Indonesia yang duduk di Senayan mendapati beberapa hal kekurangan yang masih perlu dibenahi oleh Pemprov Sulut maupun Pemkab Minut.

Seperti penyampaiam dari salah satu personil Komisi X, Ir Dwita Ria Gunadi yang meminta agar pemerintah daerah harus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal agar sektor pariwisata bisa berkembang setelah ditetapkan Likupang sebagai KEK Pariwisata. Bahkan diminta agar pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan pihak investor untuk menyiapkan bea siswa bagi anak-anak yang ada di KEK Pariwisata.

“Jadi harus ada perjanjian yang jelas dengan investor, misalnya soal bea siswa. Kelak SDM anak-anak bisa digunakan nanti,” ucap Gunadi.

Sementara itu, mantan artis terkenal Dessy Ratnasari yang juga merupakan personil Komisi X ini meminta agar pemerintah jangan hanya memfokuskan kedatangan tamu mancanegara di lokasi objek wisata, namun juga tamu domestik. Diminta juga agar lokasi KEK Pariwisata yang rencananya akan menyaingi pulau Bali ini harus menyiapkan makanan produk halal.

“Contohnya di Bali ada pantai Jimbaran yang menyediakan produk halal. Minut juga harus begitu,” ujar Ratnasari.

Senada disampai anggota lainnya, Ratih Singkarru yang menginginkan agar pemerintah memperhatikan kuliner. Sebab, banyak wisatawan yang datang bukan hanya untuk melihat objek wisata, namun pada sisi kuliner. Demikian juga soal keberadaan rumah budaya yang sepanjang pengamatan mereka dari bandara Samrat hingga Tanjung Pulisan Likupang tidak ditemui rumah khas daerah. Bahkan diminta juga pemerintah menyiapkan rest area di jalan menuju objek wisata.

“Budaya harus diperhatikan khususnya rumah adat. Bali saja menyiapkan, kenapa Minut tidak. Selain rumah, adat budaya itu kalau perlu sudah terlihat nuansanya sejak dari bandara,” tambahnya.

Menanggapi semua permintaan Komisi X, Asisten II Pemkab Minut, Allan Mingkid mengatakan akan berupa menyiapkan apa yang menjadi pertanyaan para legislator ini.

“Pemkab Minut sudah mengupayakan ijin, ijin di Minut satu hari sudah selesai lewat SOS,”ujar Mingkid.

Dalam pertemuan ini, turut hadir juga Asisten I Pemprov Sulut, Wakil Walikota Manado, unsur Muspida Minut dan sejumlah kepala SKPD terkait dari Pemprov Sulut dan Pemkab Minut.

Alfian Aso Posumah

Banner IDwebhost