Nelwan dan DMR Akan Mediasi Permasalahan Ojol dan Opang di Agape Griya Tumaluntung

Minut, GemparBerita.com – Permasalahan Ojek Online (Ojol) dan Ojek pangkalan (opang) di perumahan Agape Griya Tumaluntung Kecamatan Kauditan. Para pengemudi ojol dilarang masuk untuk menjemput penumpang atau mengantar pesanan di perumahan oleh beberapa oknum di pangkalan ojek di sana. Mirisnya oknum-oknum itu beberapa kali disebut mengintimidasi para pengemudi ojol walau tak sampai pada kekerasan fisik.

Menanggapi masalah ini Ketua Komisi I DPRD Minut Edwin Nelwan dan anggota komisi I Danniel Matthew Rumumpe (DMR) menerima Wadah Asosiasi Online (WAO) Indonesia, Rabu (9/10/2019) di ruangan DPRD Minut.

Ketua Komisi I Edwin Nelwan mengatakan akan segera memediasi antara pihak ojol dan opang dengan melibatkan pemerintah desa dan developer Agape Griya Tumaluntung.

“Kami akan memediasi dan jelaskan bahwa suka tidak suka, mau tidak mau, transportasi online sudah legal di Indonesia. Karena ini merupakan inovasi di bidang transportasi yang dibutuhkan masyarakat dan didukung pemerintah. Jadi sebenarnya tinggal sosialisasi yang lebih intens agar lebih paham,” kata Nelwan.

Disamping itu, Anggota komisi I Minut Danniel Matthew Rumumpe menjelaskan bahwa pada tahun 2015 dirinya diangkat menjadi Ketua Pangkalan Ojek se-Minahasa Utara. Ia bersedia memimpin wadah pangkalan ojek tersebut karena pada saat itu belum ada ojek online di Minut.

“Waktu tahun 2015-2016, belum ada ojek online di Minut. Tapi sekarang kan kondisinya sudah beda. Makanya saya bersama pak Edwin dan rekan-rekan komisi akan memediasi pihak ojek online dan ojek pangkalan. Kami yakin masalah ini dapat diselesaikan dengan baik,” ungkap DMR.

Sementara itu, ketua WAO Indonesia Christian Yokung, masalah ini bukan saja dikeluhkan oleh pengemudi ojol tapi juga warga perumahan.

“Para warga merasa hak mereka sebagai warga negara untuk dapat menikmati transportasi umum online atau pesanan online dizolimi oleh beberapa oknum ojek pangkalan di perum. Warga juga mengungkapkan kekecewaan atas pelayanan ojek pangkalan. Misalnya pengendara ojek mengantar penumpang dalam keadaan mabuk atau masih anak-anak. Akhirnya kekecewaan warga tersebut sampai dilontarkan di media sosial,” ungkap Yokung didampingi Sekretaris WAO Indonesia Melky Rantung, Vega Caroles dan ketua komunitas driver online Minut Ray Dunggio.

Alfian Aso Posumah

Banner IDwebhost