Rollo Sumbang 10 Ha Untuk Bangun Istana Presiden

 

Minahasa,GemparBerita.Com – Jangan tanyakan apa yang negara berikan, tapi tanyakan apa yang sudah saya berikan kepada Negara, Hal Ini dikatakan Ketua DPRD Kota Jayapura Abisai Rollo SH, Minggu (22/09) usai beribadah di GMIM Bukit Zaitun Sea Mitra Minahasa.

 

Abisai Rollo mengatakan bahwa mengambil makna dari pesan itu, saya sebagai Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus memberi yang terbaik kepada Negara.

” Itulah sebabnya, saya sejak kurun waktu empat tahun terakhir sudah berniat untuk memberikan tanah seluas 10 hektar di Jayapura untuk dibangun Istana Presiden,” ungkapnya.

Jadi, lanjut dia, Ini bukan pernyataan waktu bertemu dengan Presiden langsung bilang, namun hal ini sudah sekian lama direncanakan untuk memberikan tanah itu.

” Puji Tuhan, Tuhan yang sudah mengatur langkah saya untuk berjumpa presiden dan akhirnya saya sampaikan hal itu, termasuk 8 pernyataan sikap yang lain, dan semua itu semata-mata untuk Papua dan bukan untuk saya pribadi,” tegas Abisai.

Kalau istana presiden dibangun dan selesai dalam waktu dua tahun, tambahnya, itu semua untuk anak cucu kita semua dan Papua semakin diperhatikan oleh Negara.

” Itulah tujuan saya menghibahkan tanah tersebut, bukan bermaksud untuk kepentingan mendapat penghargaan ataupun Jabatan tinggi yang nantinya ditawarkan kepada saya, Saya bersyukur bisa menjadi anggota DPRD Jayapura dan ini yang ke 4 periode saya terpilih menjadi anggota dewan, dan Puji Tuhan menjadi Ketua DPRD,” ungkapnya.

Terkait lokasinya, Abisai mengatakan bahwa lokasinya bagus dan strategis.

” Yang pasti lokasinya bagus, dan itu sudah disiapkan sebagai lahan istana negara, karena namanya Istana pasti tempatnya harus bagus dan strategis,” ujarnya sembari mengatakan lokasinya terletak di kota Jayapura, yang mengarah ke Distrik Moara Tami.

Abisai menambahkan, Jika terealisasikan pembangunan istana, harapan saya Presiden Jokowi yang pertama berkantor di istana Papua, sehingga Papua dapat dijangkau secara langsung.

” Sehingga jikalau ada kelompok atau keluarga yang mungkin belum tersentuh secara optimal dalam pemerataan sosial dapat dimaksimalkan, dan pasti tidak akan ada kesenjangan warga yang menyebabkan masalah dan gangguan lainya. Karena tanah Papua itu sering kita katakan sebagai tanah Damai, seperti yang diinginkan Tuhan yang maha Kuasa,” Kuncinya.

(Anes Walean)

Banner IDwebhost