Pembebasan Lahan PDAM Talaud Terhambat

Talaud, GemparBerita.com – Sudah beberapa bulan terakhir air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum(PDAM) Kabupaten Talaud, tidak lagi mengalir.

Pasalnya, lokasi PDAM yang terletak di daerah perkantoran pemkab Talaud, itu belum dibebaskan. Padahal pihak PDAM sudah mengusulkan ke pemerintah daerah soal pembebasan lahan yang hanya Rp. 100 juta. Namun kenyataannya sampai kini belum juga terbayarkan.

“Memang kami sudah beberapa kali meminta kepada pihak pemerintah daerah agar lokasi PDAM Talaud secepatnya dibebaskan sesuai permintaan pemiliknya. Namun sampai hari ini belum ada kepastian,” ketus Direktur PDAM Talaud, Marjoni Tabaru kepada media ini, Minggu(8/9/19).

Ditambahkannya, dengan keadaan ini pihaknya belum terlalu banyak bergerak karena terkendala soal pembebasan lahan.
“Intinya kami tetap menunggu jawaban dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Diketahui, ketika musim kemarau tiba mengakibatkan kekeringan pada sumber air yang di kelolah oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Talaud yang mengakibatkan belasan ribu masyarakat Talaud mengalami krisis air bersih.
Debit air yang menurun drastis bahkan sudah terancam kering dan tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

“Sumber air kapasitasnya dia harus 50 Liter per detik, sementara kapasitas yang di pakai sekarang itu hanya 10 liter per detik, dan ketika musim kemarau dia turun hanya 3, sehingga banyak masyarakat yang masuk di instalasi PDAM itu tidak kebagian air.” beber Tabaru.

Tak hayal belasan ribu masyarakat Talaud harus bersusah paya mencari air bahkan beralih pada air sumur yang mudah terkontaminasi oleh kuman.

Dengan kondisi ini, pihak PDAM Talaud melirik solusi yang nyatanya tak dapat diharapkan pula guna menangani kebutuhan air bagi ribuan warga masyarakat talaud yang masuk pada instalasi PDAM Talaud yakni mata air yang ada di desa matawuran yang masih terhalang oleh kepemilikan lahan karena belum dibayar.

“Ada sumber air yang di matawuran, itu sudah cukup memadai, namun masih terkendala lahan yang sampai sekarang belum di bebaskan,” ucap Tabaru.

Sayangnya, penanganan mendesak krisis air bersih yang melanda belasan ribu masyarakat talaud saat ini, nampaknya masih kabur dimana PDAM masih menunggu hingga tahun 2020 mendatang untuk menangani krisis air bersih akibat musim kemarau.

“Kemudian alternatif untuk tahun depan, kami sudah menghadap spam provinsi akan diambil air dari Ruso, sementara ini dalam proses survei, air ruso itu akan diambil langsung di bawah ke melonguane dengan anggaran 5 miliar,” tutupnya. (rendi)

Banner IDwebhost