1500 Botol Minol milik Twelve Cafe Disita, Pemilik Cafe Ajukan Pra Peradilan

Manado, Gemparberita.com – Pengusaha sekaligus pemilik kafe Twelve Wine and Liquor, Vanny Desire Samsu (Ci Vanny) sapaan akrabnya, menegaskan untuk upaya pra peradilan kepada Polda Sulut dalam hal ini Direktorat Narkoba yang telah menyita secara sepihak.

Lewat Kuasa hukum dari Ci Vanny,  Hanafi M Saleh.SH menyampaikan kepada awak media Selasa, (24/09)  sore hari, bertempat di Twelve Cafe Kelurahan Sario Kotabaru Kecamatan Sario, bahwa kliennya mengalami suatu peristiwa hukum yang Inprosedural.

Pasalnya, pada Jumat, (20/09) Petugas Kepolisian telah menyita ribuan botol minuman beralkohol (Minol) dalam berbagai jenis merek di cafe miliknya itu.

” Tindakan inprosedural  seperti yang dimaksud, yakni pihak Polda Sulut telah melakukan penggeledahan serta penyitaan ribuan botol minol tanpa izin. seharusnya dalam tindakan ini kepolisian dilengkapi izin dari ketua pengadilan negeri, tapi ini tidak,” Kata Hanafi.

Menurutnya, Nafas dari undang-undang KUHAP khususnya pasal 33 ayat 1 dalam hubungan dengan penggeledahan wajib hukumnya ada izin dari ketua pengadilan negeri, namun yang terjadi kenyataannya justru berlawanan.

“Jadi Polda Sulut dalam hal ini bidang narkoba , telah melakukan kekeliruan, selain penggeledahan dan penyitaan, upaya hukum pemasangan police line di tempat usaha itu juga dinilai inprosedural,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk langkah langkah hukum lanjut, Hanafi mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan pra peradilan, di Pengadilan Manado dengan nomor
Nomor 13/Pid.Pra/2019/PN.Mdo. dan audah didaftarkan. Selain  praper di pengadilan, pihaknya juga akan melaporkan ke pihak propam.

Terkait peristiwa ini, Ci Vanny mengaku bingung lantaran penggeledahan dan penyitaan yang dilakukan polisi, tanpa surat pemberitahuan atau peringatan terlebih dulu.

“Ini saya jadi bingung. Katanya izin kami tidak lengkap. Katanya kami tidak ada SIUP MB atau minuman beralkohol. Di Permendag 47/2018 yang notabenenya peraturan ini sudah direvisi dengan Permendagri No 77 tahun 2018. Intinya juga kalau mereka menggunakan Permendag 47, maka pihak kepolisian harus secara bersama-sama dengan tim terpadu pemerintah daerah,” Jelasnya.

Selanjutnys Ia juga Menjelaskan usahanya telah mengantongi izin yang lengkap yakni Izin CK6  dan nomor pengusaha kena cukai. Bea cukai yang paling berhak melakukan penyitaan minol tidak memiliki cukai.

” Izin lokasi punya, izin lingkungan juga punya. Kita daftar online semuanya harus diisi. Kalaupun ada yang tidak lengkap, datanya tidak bisa dilanjut. pajak pajak juga sudah dibayar lunas tahun ini sejak Juli, ” cetusnya.

Kepada wartawan, Ia mengaku ada sekitar 1500 botol minol dari berbagai jenis dan merek yang disita Polda Sulut. Proses penyitaannya terekam Kamera pengawas yang terpasang di lokasi.

“ Ada 1500 botol yang mereka bawa. Ada wizky, wine sampe bir juga diangkut. Cuma GreenSands yang nda di bawa. Semua ada di sistem kami di sini. Selain itu juga ada CCTV. Mereka sebenarnya telah meminta saya klarifikasi kemarin, tapi saya menolak. Saya tidak mau klarifikasi di sini, saya ingin ketemu mereka di pengadilan,” Tutur Owner Twelve Cafe.

Hal berbeda disampaikan Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, Kombes Pol Eko Wagiyanto, menegaskan bahwa penindakan Ditresnarkoba di cafe Twelve sudah sesuai aturan yang berlaku.

“Apa yang kita lakukan terhadap penindakan minuman beralkohol di salah satu toko, sudah sesuai dengan aturan yang ada pada kepolisian. Kita lalukan berdasarkan KUHAP dan juga Perkap,” Pungkasnya. (Cel)

Banner IDwebhost