Pedagang Pasar Baru Melonguane Protes Pemkab Talaud

Talaud, GemparBerita.Com – Merasa kesal dan marah, para pedagang Pasar Baru Melonguane pindah berjualan di tepi jalan pusat kota Melonguane (zona larangan).

Pasalnya, sejak pemerintah kabupaten(Pemkab) memindahkan para pedagang pasar lama ke pasar baru Melonguane pada 4 bulan lalu. Kondisi kehidupan para pedagang di pasar baru memprihatinkan karena sudah 4 bulan berdagang di pasar baru tersebut, jualan mereka jarang laku. Karena lokasinya lumayan jauh daru pusat kota Melonguane.

Diketahui penyebab utamanya karena sejumlah pedagang pasar lama tidak mau pindah ke pasar baru. Kendatipun pemerintah daerah sudah menginstruksikan agar pasar dipindahkan ke pasar baru, sebab pasar lama dinilai mengganggu lingkungan perkotaan oleh pemerintah daerah.

Hal inilah sejumlah pedagang pasar baru, pindah ke pantai melonguane yang merupakan salahsatu wilayah pusat perkotaan. Proses perpindahan tersebut adalah bentuk protes terhadap pemerintah daerah setempat.

Arsi Sasalab, salahsatu pedagang pasar baru mengatakan dirinya bersama teman lain merasa diperlakukan tidak adil oleh pemerintah daerah dalam hal ini dinas tekhnik.
“Masalahnya pedagang lain di pasar lama belum pindah ke pasar baru. Sementara sudah diperintahkan oleh pemerintah daerah. Jadi pemerintah harus bertanggungjawab agar ada keadilan, ” ucap Sasalab.

Hal senada juga dilontarkan oleh Lilian Tatami. Menurutnya pemerintah daerah harus tegas menutup Pasar Lama. Supaya ada keadilan antar sesama pedagang untuk berdagang bersama di Pasar Baru.
“Jangan yang laeng senang-senang dan torang yang dapa dpe busu. Soalnya di pasar baru jarang orang ba belanja karena jauh dari pusat kota, ” koar Tatami dengan nada kesal.

Terpisah juga salahsatu pedagang di pasar baru, Sumiati Pasuma, dirinya mengatakan sudah menuruti kemauan pemerintah daerah untuk pindah ke pasar baru. Tapi hanya dijadikan umpan karena berjualan disana jarang laku, sehingga banyak barang ekspair dan sayuran kebanyakan busuk.
“Torang dijadikan umpan dan sementara pedagang laeng yang nimau pindah, jadi enak-enak karena dekat deng kota, ” ujar Pasuma.

Antce Ansiga, yang juga merasa kesal karena sudah 4 bulan berjualan di pasar baru hanya menghasilkan kebangkrutan.
“Di pasar baru ini jarang pembeli masuk belanja karena jauh dari keramaian kota. Jadi kami nekat berjualan di dekat ruas jalan perkotaan Melonguane, ” imbuh Ansiga.

Lain halnya Pedagang Pasar Lama, Desi Tantu, dirinya bersama rekan-rekan pedagang yang masih di Pasar Lama masih belum mau pindah. Karena kios-kios di pasar baru, itu sudah terisi penuh. Sementara kami yang sudah lama berdagang tidak kebagian kios.
“Saya melihat banyak pendatang baru yang kebagian kios,” ungkap Desi.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi(Peridagkop), Habel Salombe, MSi mengatakan pihaknya sejak awal sudah menginstruksikan agar semua pedagang pindah ke Pasar Baru.

“Apapun keadaanya pedagang harus kembali ke Pasar Baru secara teratur. Dan hari ini, senin(13/05/19) rencanannya akan digelar rapat di kantor bupati bersama Sekda dan para Asisten untuk membahas penyelesaian tentang persoalan tersebut,” jelas Salombe.(Rendi)

Banner IDwebhost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*