Kadis Dispar Lupakan Karya Daerah “Batik Minut”

Inilah salah satu contoh batik Minut yang ada di TP-PKK Minut yang tidak digunakan.(foto/aso)

Minut, GemparBerita.Com – Grand final Utu Keke Minahasa Utara (Minut) 2018 sukses digelar di hotel SutanRaja. Dinas Pariwisata selaku instansi terkait ajang tahunan itu dituding sengaja mematikan hasil karya terbaik daerah sendiri. Padahal, momentum tersebut adalah panggung yang tepat untuk mempromosikan keunggulan daerah yaitu batik Minut. Diketahui, dimana para peserta menggunakan batik yang disewa dari luar, sementara ada batik milik asli daerah yang dikelola TP-PKK Minut.

Aktivis Minut Nouvel Lotulong mengatakan, dirinya selaku putra daerah sangat menyesalkan jika itu memang benar terjadi. Seharusnya Dinas Pariwisata sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mempromosikan produk-produk terbaik daerah dapat menjadi sebagai yang terdepan mengkampanyekan karya anak daerah ke dunia luar. Apalagi ajang Utu-Keke yang dihelat baru-baru ini adalah arena yang sangat tepat.

“Kami menyayangkan tindakan dari Dinas terkait. Tak hanya itu Kepala Dinas selaku pimpinan tertinggi harus menjelaskan ke publik apa yang menjadi persoalan sampai batik Minut tidak digunakan dalam ajang Utu-Keke. Tidak ada alasan untuk tidak menggunakan produk daerah sendiri. Jangan-jangan ada sesuatu dibalik tidak dipakainya batik Minut,”tanya Lotulong dengan nada tegas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sandra Rotty saat dikonfirmasi terkait masalah ini menjelaskan, batik yang dipakai para peserta itu batik yang bermotif dan bernuansa Sulawesi Utara dan didalamnya juga mengandung motif Minahasa Utara juga. Dirinya mengaku bahwa batik Minut hingga sampai saat ini belum disahkan secara legal. Namun, pada kegiatan ini sempat diusulkan untuk dipakai.

“Ke depan akan kita usulkan untuk digunakan. Terkait adanya batik di TP PKK, saya sendiri menghargai karya putra-putri terbaik yang telah menghasilkan karya mereka, kita jangan menuntut. Nanti tetap ke depan kreasi-kreasi itu akan dipromosikan, bukan berarti akan kita matikan. Semuanya tentu berharap semua produk Minut dapat berkembang,”terang Rotty.

Penulis: Alfian Aso Posumah

Banner IDwebhost
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.