Dirut PT Wika Melecehkan DPR RI Komisi V

MINUT, GEMPARBERITA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sebanyak 13 orang yang dipimpin ketua komisi V Ir Fary Djemy Francis menyambangi lokasi runtuh proyek jembatan tol Manado-Bitung di Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Senij (30/4).

Ketua Komisi V Ir Fary Djemy Francis meminta keterangan terhadap PT Wijaya Karya (WiKa) kenapa bisa runtuh sedangkan yang satu tidak terjadi apa-apa, dugaan sudah ada pelanggaran dan kesimpulan jika musibah proyek ini diakibatkan tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Selain itu, pihak pengembang tidak mampu menjelaskan terkait pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kunjungan kami ini resmi karena kami didampingi Kementerian PU,” tutur Francis.

Ditambahkan Francis, sangat menyayangkan SOP yang berkaitan dengan pekerjaan kurang diperketat. Sederhana saja PT WiKa tidak melaksanakan SOP yang berkaitan dengan K3.

“Bayangkan ada pekerjaan cor di atas tapi masih ada kegiatan dibawah. Jadi sederhana saja bagi kami ini melanggar SOP. Kita akan memanggil Pak Menteri PU dan berencana akan membentuk Pansus, jika PT WiKa terbukti teledor maka bisa saja pemecatan terhadap direkturnya atau perusahaan di blacklist,” terang Francis yang geram karena direktur PT WiKa dianggap melecehkan Komisi V DPR RI karena tidak berada di tempat.

Sementara itu dari PT WiKa melalui Kasie Keuangan yang juga membawahi Humas Serdi Palembangan belum bisa memberi keterangan lebih terkait apa yang disampaikan Komisi V DPR RI.

Penulis: Redaksi

Banner IDwebhost